Category Archives: photo story

Warna-warni Museum Layang-layang Indonesia

IMG_3778

Berkunjung ke Museum Layang-layang di Pondok Labu, Jakarta Selatan, membuat saya kembali bangga dengan kebudayaan Indonesia dan kecerdasan nenek moyang kita.

IMG_4099

Saya baru tahu bahwa layang-layang pertama di dunia berasal dari Indonesia, tepatnya dari Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Saat itu masyarakat Pulau Muna menggunakan daun kalope untuk membuat layang-layang sehingga disebut kaghati kalope. Bentuk dan warnanya masih sangat sederhana.

IMG_4087

Seiring berjalannya waktu, layang-layang pun mengalami perkembangan. Ada yang berbentuk hewan 3 dimensi seperti layang-layang ikan koi di atas.

IMG_4095

Ada pula yang berwujud manusia. Salah satu contohnya adalah layang-layang perwujudan Dewi Saraswati dari Bali.

IMG_4104

Di museum ini, layang-layang yang terpampang berasal dari berbagai sumber. Ada yang dibeli, ada juga yang berupa sumbangan. Layang-layang replika museum di atas adalah sumbangan karya Kadek Dwi Armika dari Bali.

IMG_4082

Tak hanya menyimpan layang-layang tradisional dan modern asal Indonesia, Museum Layang-layang juga menyimpan karya-karya yang berasal dari berbagai negara, salah satunya Cina.

IMG_4119

Setelah puas berkeliling museum, pengunjung dapat membuat satu layang-layang sederhana dengan arahan tour guide.

IMG_4201

Hasil karya layang-layang pengunjung dapat dibawa pulang ke rumah sebagai kenang-kenangan.

 
 
Ket:
Waktu Buka : Setiap Hari, jam 09.00-17.00 WIB
Tiket Masuk : 10.000 (termasuk menonton video perlayangan, keliling museum, dan membuat satu layang-layang sederhana)
Tagged , , , , , , , ,

Ziarah ke Situs Penyimpanan Jenazah Kete Kesu

IMG_8668

Pemandangan rerumputan hijau bercampur udara segar pegunungan menyambut kedatangan saya di Kete Kesu sore itu.

IMG_8667

Saya datang ke Kete Kesu untuk mengunjungi gua penyimpanan jenazah tertua di Tana Toraja

IMG_8683

Untuk sampai ke gua, saya harus melewati tebing yang cukup curam. Di sepanjang perjalanan, terdapat beberapa peti jenazah yang digantung. Hal ini menandakan jenazah di dalam peti masih baru.

IMG_8685

Sedangkan yang terletak di atas kayu dan berwujud tengkorak adalah jenazah yang sudah lama disimpan. Bahkan ada beberapa yang berumur ratusan tahun.

IMG_8647

Setelah kurang lebih 20 menit mendaki, saya pun sampai di gua. Banyak keluarga jenazah dan wisatawan yang berziarah pada hari itu. Setiap jenazah menyimpan beragam kisah yang dapat menjadi inspirasi atau peringatan.

Tagged , , , , , , ,

Cerita dari Museum Tuol Sleng

Gambar

Pertama kali menginjakkan kaki di Museum Tuol Sleng, mata saya tertuju pada 10 butir peraturan utama yang berlaku bagi para tahanan penjara Tuol Sleng (1975-1979). Salah satu peraturannya berbunyi “while getting lashes or electrification, you must not cry at all”

Gambar

Kemudian di sisi kiri, saya melihat sebuah bagunan tua berwarna putih. Bangunan ini dulunya dinamakan Bangunan A Penjara Tuol Sleng. Fungsinya adalah sebagai sel penjara sekaligus tempat interogasi dan evakuasi bagi para tahanan.

Gambar

Di setiap gedung terdapat koridor. Para petugas penjara sering mengawasi gerak-gerik para tahanan dari koridor ini. Bagi yang gerak-geriknya mencurigakan akan langsung mendapat hukuman.

Gambar

Saat ini gedung A berfungsi sebagai tempat pengarsipan foto yang menggambarkan keadaan para tahanan setelah disiksa.

Gambar

Di sudut ini terpampang foto-foto selebriti dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang turut menjadi tahanan Penjara Tuol Sleng.

Gambar

Seorang bayi yang belum bisa bicara pun harus ikut bersama ibunya menjadi tahanan.

Tagged , , , , , ,
%d bloggers like this: