Cerita dari Museum Tuol Sleng

Gambar

Pertama kali menginjakkan kaki di Museum Tuol Sleng, mata saya tertuju pada 10 butir peraturan utama yang berlaku bagi para tahanan penjara Tuol Sleng (1975-1979). Salah satu peraturannya berbunyi “while getting lashes or electrification, you must not cry at all”

Gambar

Kemudian di sisi kiri, saya melihat sebuah bagunan tua berwarna putih. Bangunan ini dulunya dinamakan Bangunan A Penjara Tuol Sleng. Fungsinya adalah sebagai sel penjara sekaligus tempat interogasi dan evakuasi bagi para tahanan.

Gambar

Di setiap gedung terdapat koridor. Para petugas penjara sering mengawasi gerak-gerik para tahanan dari koridor ini. Bagi yang gerak-geriknya mencurigakan akan langsung mendapat hukuman.

Gambar

Saat ini gedung A berfungsi sebagai tempat pengarsipan foto yang menggambarkan keadaan para tahanan setelah disiksa.

Gambar

Di sudut ini terpampang foto-foto selebriti dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang turut menjadi tahanan Penjara Tuol Sleng.

Gambar

Seorang bayi yang belum bisa bicara pun harus ikut bersama ibunya menjadi tahanan.

Advertisements
Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: